Selasa, 25 September 2007

Air Rejeki

Rejeki .....

Banyak orang mencari ....
Tapi dimanakah si tuan Rejeki ?
Orang bilang Rejeki itu datang dari Allah..
Tapi dimanakah dia ?

Setelah 7 tahun merenung dan menanti
Akhirnya aku mengerti apa itu Rejeki
Ternyata Rejeki itu seperti air hujan
Turun buat semua orang .... itulah bukti keadilan Allah

Turun untuk orang baik dan jahat
Turun untuk orang jelek dan ganteng / cantik
Turun untuk orang kaya dan miskin
Sekali lagi itulah bukti bahwa Allah Maha Adil

Hanya ....Saat hujan itu turun
Kalau kita siap segelas ... hilanglah haus kita
Kalau kita siap segentong .. hilanglah bau kita ( buat mandi )
Kalau kita masak trus buat es teh .. bisa kita jual Rp. 1000
Lihatlah AQUA ... itu bisnis milyard an !!!
dan semua itu hanyalah AIR HUJAN

Tetapi ...
Jika kita sedot air dari sumber ....... sembarangan dan serakah
Maka kita akan kekeringan
Jika kita menebang pohon ........sembarangan dan serakah
Maka Banjir dan Longsor menanti

Ambillah rejekiKU secukupnya kata Allah
Sebab itupun sangat berlimpah buatmu..........

Lalu aku bertanya ....
Bagaimana supaya aku dapat mengambil rejeki yang kau beri Allah ...?
Allah menjawab ...
Siapkan WADAH mu untuk menampung rejekiKu....

Kembali aku bertanya,
Allah .. wadah apa yg Engkau maksud ?....
Kembali aku merenung .....
.....
.....
.....
Sekarang aku Paham !....( to be continued ... on Wadah Rejeki )

comment plz....

4 komentar:

site-admin mengatakan...

Hmmmm....cukup menggigit dengan rasa legit
dari sisi marketing..terkesan biasa (mungkin krn sy dah sering liat promo)
dari sisi lain secara sosial....cukup mengena (artinya bikin orang penasaran dan bertanya)
oke saya tunggu lanjutannya dan keep in touch ya...
salam sukses

Anonim mengatakan...

oke juga tuh filsafatnya....jualan air memang menguntungkan mas....lebih banyak labanya...design juga oke tuh kalem

Anonim mengatakan...

bagusss....
Tapi masi agak kurang mengena yaa..
Hmmm.. Dari pengalaman hidup ya..
;p

Bayu Oktavian mengatakan...

Mungkin hanya sebuah tanda tanya fakta yang mengerti sebuah arti rejeki . . .
Namun satu hal yang pasti . . ,
rejeki tidak akan dapat terkejar apabila itu bukan sebuah rejeki untuknya . . .
hanya di satu sisi kita berusaha mendongak dan membuka mulut kita demi sebuah rejeki . . .
Namun di sisi lainnya, kita serahkan semua padaNya . . .