kembali lagi di minggu ini
sang filsafat telah mendapat inspirasi
terimakasih para sahabat telah sabar menanti
sang filsafat meneruskan tulisan ini
hari ini kita merayakan idul fitri
sang filsafat pun bangun pada pagi hari
merayakan kemenangan, sholat ied, di hari yang fitri
sambil berjalan jalan ke tetangga, maaf pun di bagi
masih dalam menyiapkan wadah rejeki
dan masih juga membahas wadah pertama
akhlak / jiwa / hati
yang dibentuk sejak masa muda
wadah pertama merupakan dasar dari wadah kedua
sekali lagi wadah ini dibentuk sejak masa muda
banyak teman bertanya
apa bisa kita merubahnya
sang filsafat tersenyum sambil menjawab...
bisa ...........
tetapi ibarat membuat bantal, dari batu cadas
teman-teman berkata ...kalau begitu tidak mungkin !
kembali sang filsafat tersenyum dan berkata...
mungkin ........
asal memiliki kemauan yang kuat....
mau dibentuk... dan mau di ajar ...
ah tak mungkin kata pak tomo si ketua RT
bahkan mas nanang si ketua RW menimpali
mana mungkin.... sekali lagi....
kembali sang filsafat tersenyum, dan berkata
tidak ada yang tak mungkin bagi Allah...
pak widi si pemilik wartel pun menimpali
kalau begitu itu mukjizat donk ..sekali lagi..
ah tak perlu mukjizat ...sambut sang filsafat
lalu bagaimana caranya ? kata udin si penjual koran
sang filsafat mengambil martil...
lalu datang menghampiri sebuah batu...
lengan disingsing... martil diangkat...
PLETAKKKKKKKK
maka hancurlah sang batu menjadi tiga
PLETAK PLETAK PLETAK
batu pun menjadi ber keping keping
batu di gerus menjadi pasir
lalu dimasukan ke kain perca ( sarung bantal )
jadilah bantal, lumayan juga .. kata si a siong
dasar pedagang ... ha ha ha ha ha
untuk merubah bentuk wadah pertama
butuh usaha dan kerja keras
kemauan saja tidak cukup ! kata sang filsafat
butuh keputusan dan komitmen yang kuat
dan hanya waktu yang akan menjadi saksi
orang yg lembut hatinya akan menguasai bumi
kata sebuah kitab
artinya adalah orang yang mau di ajar
dan mau terus belajar ....
maka dari itu hai para sahabat
apabila engkau sudah menjadi "batu"
carilah martil untuk menghancurkanmu
bentuklah diri sedini mungkin
sebelum tanah kering menanti... :)
lebih baik membentuk diri
dan di bentuk sejak usia dini
sekali lagi sang filsafat menasehati
para orang tua untuk ber hati-hati
dalam mendidik calon anak yang berbakti
salam idul fitri sekali lagi
mari rayakan kemenangan.... setiap hari
menang dari emosi
menang dari nafsu birahi
jangan hanya di bulan fitri
namun juga setiap hari....
sekali lagi sang filsafat undur diri
kembali dilanjut di kemudian hari
lanjut ke menyiapkan wadah kedua
yaitu pikir / skill / otak / akal budi
salam rejeki
( to be continued on Menyiapkan Wadah Rejeki - part 3 - Akal Budi )
Sabtu, 13 Oktober 2007
Rabu, 10 Oktober 2007
catatan si murid 1st
salam rejeki,
banyak orang bertanya-tanya
siapa sang filsafat rejeki
ada baiknya saya buka sedikit saja
identitas "rahasia" sang filsafat
bagi yang tidak sabar menanti
sang filsafat tentulah orang yang sudah mumpuni
baik dari kemampuan di bidangnya
maupun dari segi usia
dia berusia sekitar 70tahun an
saya si muridlah yang mengelola tulisannya
baik mengedit maupun meng upload
hasil karya sang maestro
dia pernah menjadi pejabat tinggi
di salah satu perusahaan IT
sekarang beliau sudah pensiun
waktunya beliau menikmati dan menabur rejeki
salah satunya melewati tulisan ini
demikian info yang bisa saya beri
semoga penasaran pembaca bisa terpenuhi
sedangkan saya, sang murid bernama nDry
yang mengelola blog http://indoreset.blogspot.com/
dalam rejeki Allah
si murid filsafat rejeki
Tambahan :
sang filsafat dan si murid mengucapkan salam
selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428H
mohon maaf lahir dan batin
banyak orang bertanya-tanya
siapa sang filsafat rejeki
ada baiknya saya buka sedikit saja
identitas "rahasia" sang filsafat
bagi yang tidak sabar menanti
sang filsafat tentulah orang yang sudah mumpuni
baik dari kemampuan di bidangnya
maupun dari segi usia
dia berusia sekitar 70tahun an
saya si muridlah yang mengelola tulisannya
baik mengedit maupun meng upload
hasil karya sang maestro
dia pernah menjadi pejabat tinggi
di salah satu perusahaan IT
sekarang beliau sudah pensiun
waktunya beliau menikmati dan menabur rejeki
salah satunya melewati tulisan ini
demikian info yang bisa saya beri
semoga penasaran pembaca bisa terpenuhi
sedangkan saya, sang murid bernama nDry
yang mengelola blog http://indoreset.blogspot.com/
dalam rejeki Allah
si murid filsafat rejeki
Tambahan :
sang filsafat dan si murid mengucapkan salam
selamat Idul Fitri 1 Syawal 1428H
mohon maaf lahir dan batin
Minggu, 07 Oktober 2007
Menyiapkan Wadah Rejeki - Part 1
setelah aku tersadar dari lamunanku
dan tersentak dari renunganku
ku semakin mengerti
bahwa Engkaulah yang telah menenun aku
sejak dalam rahim ibuku
ternyata wadah itu telah Kau bri
- Akhlak / Jiwa / Hati
- Pikir / Skill / Otak
- Raga / Fisik / Tubuh
tiga hal inilah yang menjadi ukuran wadah
wadah untuk menampung rejeki
ku merenung tentang wadah pertama
Akhlak / Jiwa / Hati
dibentuk, bahkan katanya sejak kita dikandung ibu
kumengingat tentang ibuku
yang mengidam mangga saat malam jam dua belas
ayahku dibangunkan dan berkata celaka tiga belas :)
ku mengingat tentang kakekku
yang mengajariku untuk selalu bersih dan rapi
ku mengingat tentang nenekku
yang mengajariku menolong dengan tulus hati
ku mengingat tentang ayahku
yang memulai semuanya dengan seekor sapi
sekarang "sapinya" ber merk mercy
wadah pertama dibentuk sejak masa kecil
katanya, kita ini sebenarnya sang peniru ulung
meniru cara berjalan, meniru cara bertutur
maka dari itu... berhati-hatilah hai dirimu
apabila berbuat segala sesuatu
ingatlah akan anak-cucumu ( calon juga masuk hitungan )
cukup sekian untuk minggu ini
akan dilanjut di kemudian hari...
semoga pembaca sabar menanti
sang filsafat mendapat inspirasi
( to be continued on Menyiapkan Wadah Rejeki part 2 )
dan tersentak dari renunganku
ku semakin mengerti
bahwa Engkaulah yang telah menenun aku
sejak dalam rahim ibuku
ternyata wadah itu telah Kau bri
- Akhlak / Jiwa / Hati
- Pikir / Skill / Otak
- Raga / Fisik / Tubuh
tiga hal inilah yang menjadi ukuran wadah
wadah untuk menampung rejeki
ku merenung tentang wadah pertama
Akhlak / Jiwa / Hati
dibentuk, bahkan katanya sejak kita dikandung ibu
kumengingat tentang ibuku
yang mengidam mangga saat malam jam dua belas
ayahku dibangunkan dan berkata celaka tiga belas :)
ku mengingat tentang kakekku
yang mengajariku untuk selalu bersih dan rapi
ku mengingat tentang nenekku
yang mengajariku menolong dengan tulus hati
ku mengingat tentang ayahku
yang memulai semuanya dengan seekor sapi
sekarang "sapinya" ber merk mercy
wadah pertama dibentuk sejak masa kecil
katanya, kita ini sebenarnya sang peniru ulung
meniru cara berjalan, meniru cara bertutur
maka dari itu... berhati-hatilah hai dirimu
apabila berbuat segala sesuatu
ingatlah akan anak-cucumu ( calon juga masuk hitungan )
cukup sekian untuk minggu ini
akan dilanjut di kemudian hari...
semoga pembaca sabar menanti
sang filsafat mendapat inspirasi
( to be continued on Menyiapkan Wadah Rejeki part 2 )
Sabtu, 06 Oktober 2007
catatan penulis 1st
salam rejeki,
rangkaian puisi rejeki rencananya akan saya update tiap hari minggu
setelah semua rangkaian selesai, saya akan tulis kisah pribadi saya
mulai dari sejarah pribadi saya
setelah sejarah pribadi selesai
saya akan tulis pengalaman pribadi saya hari ke hari.
semoga bisa menjadi barokah
sang filsafat
rangkaian puisi rejeki rencananya akan saya update tiap hari minggu
setelah semua rangkaian selesai, saya akan tulis kisah pribadi saya
mulai dari sejarah pribadi saya
setelah sejarah pribadi selesai
saya akan tulis pengalaman pribadi saya hari ke hari.
semoga bisa menjadi barokah
sang filsafat
Minggu, 30 September 2007
Wadah Rejeki
Wadah Rejeki
Wadah ... wadah .. wadah ...
Ku terus merenung tentang wadah
Apakah wadah yg Engkau maksud ya Allahku
Aku berpikir tentang orang kaya ...
Apa maksudnya ... modal ? uang ?
Lalu aku berpikir tentang orang miskin ...
Mereka yang tak bermodal dan terpinggir
.....kembali aku berpikir
Kalau yg kaya semakin kaya dan yg miskin semakin miskin
Berarti Allah tidak adil ....
Berarti bukan modal/uang yg Allah maksud
Aku Berpikir tentang orang pandai
Mungkinkah ini yg Allah maksud...
Bukankah orang pandai banyak yg sukses ?
Tetapi kemudian teringat teman pandai yg kurang sukses
( kalau tidak boleh dibilang gagal )
Aku berpikir tentang orang bodoh..
Ternyata banyak juga orang bodoh yg sukses..
Berarti bukan kepandaian yg Allah maksud ...
Aku berpikir tentang kejujuran
Banyak orang jujur yang juga mujur
Tetapi juga banyak yg jujur malah ajur ( hancur bhs jawa )
Terus .. apa yg kau maksud Allahku ?
......
....
..
.
wadah ... wadah ... wadah ...
Ku terus berpikir tentang wadah
Dahiku mengerut ... pipiku pun menjadi kecut
Lalu kulihat Allah tersenyum kepadaku
Lalu berkata ... berkacalah anak Ku
Itulah wadah yang Aku maksud ...
Aku tersentak dalam renunganku
Dan tersadar dari lamunanku
Ternyata dirikulah yang Engkau maksud
Terimakasih Allahku atas wadah yang tlah Kau bri
.....
....
...
..
.
Ternyata wadah itu telah Kau beri
Wadah untuk menampung rejeki
Rejeki yang telah Dia beri ..setiap hari
Akhlak/Jiwa... Pikir ....dan Raga ...
Tiga hal inilah yang menjadi ukuran wadah
Wadah untuk menampung rejeki Allah...
to be continued on : Menyiapkan Wadah Rejeki
Wadah ... wadah .. wadah ...
Ku terus merenung tentang wadah
Apakah wadah yg Engkau maksud ya Allahku
Aku berpikir tentang orang kaya ...
Apa maksudnya ... modal ? uang ?
Lalu aku berpikir tentang orang miskin ...
Mereka yang tak bermodal dan terpinggir
.....kembali aku berpikir
Kalau yg kaya semakin kaya dan yg miskin semakin miskin
Berarti Allah tidak adil ....
Berarti bukan modal/uang yg Allah maksud
Aku Berpikir tentang orang pandai
Mungkinkah ini yg Allah maksud...
Bukankah orang pandai banyak yg sukses ?
Tetapi kemudian teringat teman pandai yg kurang sukses
( kalau tidak boleh dibilang gagal )
Aku berpikir tentang orang bodoh..
Ternyata banyak juga orang bodoh yg sukses..
Berarti bukan kepandaian yg Allah maksud ...
Aku berpikir tentang kejujuran
Banyak orang jujur yang juga mujur
Tetapi juga banyak yg jujur malah ajur ( hancur bhs jawa )
Terus .. apa yg kau maksud Allahku ?
......
....
..
.
wadah ... wadah ... wadah ...
Ku terus berpikir tentang wadah
Dahiku mengerut ... pipiku pun menjadi kecut
Lalu kulihat Allah tersenyum kepadaku
Lalu berkata ... berkacalah anak Ku
Itulah wadah yang Aku maksud ...
Aku tersentak dalam renunganku
Dan tersadar dari lamunanku
Ternyata dirikulah yang Engkau maksud
Terimakasih Allahku atas wadah yang tlah Kau bri
.....
....
...
..
.
Ternyata wadah itu telah Kau beri
Wadah untuk menampung rejeki
Rejeki yang telah Dia beri ..setiap hari
Akhlak/Jiwa... Pikir ....dan Raga ...
Tiga hal inilah yang menjadi ukuran wadah
Wadah untuk menampung rejeki Allah...
to be continued on : Menyiapkan Wadah Rejeki
Label:
Tempat Menampung Rejeki,
Wadah Rejeki
Selasa, 25 September 2007
Air Rejeki
Rejeki .....
Banyak orang mencari ....
Tapi dimanakah si tuan Rejeki ?
Orang bilang Rejeki itu datang dari Allah..
Tapi dimanakah dia ?
Setelah 7 tahun merenung dan menanti
Akhirnya aku mengerti apa itu Rejeki
Ternyata Rejeki itu seperti air hujan
Turun buat semua orang .... itulah bukti keadilan Allah
Turun untuk orang baik dan jahat
Turun untuk orang jelek dan ganteng / cantik
Turun untuk orang kaya dan miskin
Sekali lagi itulah bukti bahwa Allah Maha Adil
Hanya ....Saat hujan itu turun
Kalau kita siap segelas ... hilanglah haus kita
Kalau kita siap segentong .. hilanglah bau kita ( buat mandi )
Kalau kita masak trus buat es teh .. bisa kita jual Rp. 1000
Lihatlah AQUA ... itu bisnis milyard an !!!
dan semua itu hanyalah AIR HUJAN
Tetapi ...
Jika kita sedot air dari sumber ....... sembarangan dan serakah
Maka kita akan kekeringan
Jika kita menebang pohon ........sembarangan dan serakah
Maka Banjir dan Longsor menanti
Ambillah rejekiKU secukupnya kata Allah
Sebab itupun sangat berlimpah buatmu..........
Lalu aku bertanya ....
Bagaimana supaya aku dapat mengambil rejeki yang kau beri Allah ...?
Allah menjawab ...
Siapkan WADAH mu untuk menampung rejekiKu....
Kembali aku bertanya,
Allah .. wadah apa yg Engkau maksud ?....
Kembali aku merenung .....
.....
.....
.....
Sekarang aku Paham !....( to be continued ... on Wadah Rejeki )
comment plz....
Banyak orang mencari ....
Tapi dimanakah si tuan Rejeki ?
Orang bilang Rejeki itu datang dari Allah..
Tapi dimanakah dia ?
Setelah 7 tahun merenung dan menanti
Akhirnya aku mengerti apa itu Rejeki
Ternyata Rejeki itu seperti air hujan
Turun buat semua orang .... itulah bukti keadilan Allah
Turun untuk orang baik dan jahat
Turun untuk orang jelek dan ganteng / cantik
Turun untuk orang kaya dan miskin
Sekali lagi itulah bukti bahwa Allah Maha Adil
Hanya ....Saat hujan itu turun
Kalau kita siap segelas ... hilanglah haus kita
Kalau kita siap segentong .. hilanglah bau kita ( buat mandi )
Kalau kita masak trus buat es teh .. bisa kita jual Rp. 1000
Lihatlah AQUA ... itu bisnis milyard an !!!
dan semua itu hanyalah AIR HUJAN
Tetapi ...
Jika kita sedot air dari sumber ....... sembarangan dan serakah
Maka kita akan kekeringan
Jika kita menebang pohon ........sembarangan dan serakah
Maka Banjir dan Longsor menanti
Ambillah rejekiKU secukupnya kata Allah
Sebab itupun sangat berlimpah buatmu..........
Lalu aku bertanya ....
Bagaimana supaya aku dapat mengambil rejeki yang kau beri Allah ...?
Allah menjawab ...
Siapkan WADAH mu untuk menampung rejekiKu....
Kembali aku bertanya,
Allah .. wadah apa yg Engkau maksud ?....
Kembali aku merenung .....
.....
.....
.....
Sekarang aku Paham !....( to be continued ... on Wadah Rejeki )
comment plz....
Mengapa Rejeki ?
Ini adalah hasil kontemplasi saya pribadi,
dalam mencari, mengejar dan mengais rejeki.
Tidak ada maksud lain dalam tulisan ini.
Selain hanya untuk berbagi pengalaman pribadi.
Semoga anda para pembaca bisa terinspirasi.
Meski ini hanyalah sekelumit kisah pribadi.
Jakarta, 25 September 2007 ( 03.40 )
Sembari ber sahur, menikmati rejeki Allah
Bismillahirrahmaanirrahiim
"sang filsafat rejeki"
dalam mencari, mengejar dan mengais rejeki.
Tidak ada maksud lain dalam tulisan ini.
Selain hanya untuk berbagi pengalaman pribadi.
Semoga anda para pembaca bisa terinspirasi.
Meski ini hanyalah sekelumit kisah pribadi.
Jakarta, 25 September 2007 ( 03.40 )
Sembari ber sahur, menikmati rejeki Allah
Bismillahirrahmaanirrahiim
"sang filsafat rejeki"
Langganan:
Postingan (Atom)